Ukuran – ukuran pokok kapal terdiri dari :
a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
b.Ukuran melintang/ melebar (transverzal)
Definisi – definisi :
Panjang (length):Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada sarat muat musim panas yang dihitung dari bagian depan linggi haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengah – tengah cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi. Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 76 % panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikeluarkan.
Lebar (breadth): Lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
Dalam (depth): Jarak tegak yang dinyatakan dalam meter pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas lunas sampai bagian atas balok geladak dari geladak jalan terus teratas.
Tengah – tengah kapal (admidships) : pertengahan panjang yang diukur dari bagian depan linggi haluan.
a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
Panjang seluruhnya (length over all = LOA) : panjang seluruhnya ialah jarak membujur sebuah kapal dari titik terdepan linggi haluan kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal. Diukur sejajar lunas jarak ini merupakan jarak terpanjang dari sebuah kapal yang gunanya sangat penting untuk memperkirakan panjang dermaga.
Panjang sepanjang garis tegak (length between perpendiculars) : panjang kapal dihitung dari garis tegak depan sampai ke garis tegak belakang.
Garis tegak depan (forward perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus garis muat perancang kapal dengan linggi haluan.
Garis tegak belakang (after perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang biasanya terletak pada tengah – tengah cagak kemudi atau bagian belakang dari poros kemudi. Panjang sepanjang garis tegak diukur sejajar lunas dan merupakan panjang lambung bebas (freeboard length).>
Panjang sepanjang garis air (length on the load water line = LOWL) : panjang sebuah kapal diukur dari perpotongan garis air dengan linggi haluan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang diukur sejajar lunas.
Panjang terdaftar (registered length) : panjang seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu, yaitu dihitung dari ujung terdepan geladak jalan terus teratas sampai garis tegak belakang diukur sejajar lunas.
Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
b. Ukuran melintang/ melebar (transverzal)
Lebar terbesar atau ekstrim (extreme breasth) : jarak melintang dari suatu titik terjauh di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas. Dalam hal ini kulit dihitung. Lebar ekstrim merupakan lebar kapal terbesar dan terdaftar (Registered breadth).
Lebar dalam (moulded breadth) : lebar kapal dihitung dari sebelah dalam kulit kapal lambung yang satu sampai ke sebelah dalam lambung lainnya, diukur pada lebar kapal terbesar dan sejajar lunas. Dapat juga lebar dari bagian luar gading – gading lambung yang satu sampai kebagian luar gading – gading lambung lainnya, diukur pada lebar kapal yang terbesar dan sejajar lunas. Lebar dalam merupakan lebar menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan. Lebar dalam juga disebut rancangan dimana tebal kulit kapal tidak dihitung.
>Lebar terdaftar (registered breadth) : lebar seperti yang tertera didalam sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan lebar dalam (moulded breadth).
Lebar tonase (tonnage breadth) : lebar sebuah kapal dari bagian dalam wilah keringat lambung yang satu sampai ke bagian dalam wilah keringat lambung lainnya, diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas.
c.Ukuran tegak (vertical)
Sarat kapal : jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Jraka ini sering di istilahkan dengan sarat moulded.
Lambung bebas (free board) : jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis dek (free board deck or deck line)
Dalam (depth) : jarak yang diukur dari titik terendahbadan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut. Dengan kata lain dalam merupakan jumlah sarat kapal dan lambung bebas. Jarak inipun merupakan dalam menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
Dalam tonase : dalam yang dihitung mulai dari alas dasar dalam sampai geladak lambung bebas.
Sarat kapal, lambung bebas dan dalam : diukur pada tengah – tengah kapal.
Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
Tampilkan postingan dengan label Bangunan Kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangunan Kapal. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 April 2010
Sabtu, 03 April 2010
sistem ballast pada kapal
System ballast
Fungsi:
Menjaga tinggi draft dan posisi kapal agar tetap aman
System stabilitas kapal
Komponen – komponen system ballast
Sea chest(inlet)
Pipa cabang
Pipa utama
Valve dan fitting
Pompa ballast
Tangki ballast
Over board
Letak tangki ballast
Vol : 10% sd 15% vol displs kapal
Letak : d/b tank, f/b tank, a/p tank
Layouts ballast lines
1. Type independent (main dan branck pipes)
Setiap tangkipipa cabang
Pipa cabang (terhubung ke pipa utama yang terhubung ke pompa ballast)
Manually open (closed ballast valve)
Sistem sederhana
Banyak membutuhkan pipa
Rules ABS yang terbaru melerangnya
Fungsi:
Menjaga tinggi draft dan posisi kapal agar tetap aman
System stabilitas kapal
Komponen – komponen system ballast
Sea chest(inlet)
Pipa cabang
Pipa utama
Valve dan fitting
Pompa ballast
Tangki ballast
Over board
Letak tangki ballast
Vol : 10% sd 15% vol displs kapal
Letak : d/b tank, f/b tank, a/p tank
Layouts ballast lines
1. Type independent (main dan branck pipes)
Setiap tangkipipa cabang
Pipa cabang (terhubung ke pipa utama yang terhubung ke pompa ballast)
Manually open (closed ballast valve)
Sistem sederhana
Banyak membutuhkan pipa
Rules ABS yang terbaru melerangnya
galangan kapal
I. PENGERTIAN GALANGAN (SHIPYARD).
Galangan (shipyard) adalah sebuah tempat baik didarat atau diperairan yang nantinya akan digunakan untuk melakukan proses pembangunan kapal ataupun proses perbaikan (repair) dan perawatan (maintainance). proses pembangunanya meliputi desain, pemasangan gading awal, pemasangan plat lambung, instalasi peralatan, pengecekan, test kelayakan, hingga klasifikasai oleh Class yang telah ditunjuk. sedangkan untuk proses perbaikan / perawatan bisanya meliputi perbaikan konstruksi lambung, perbaikan propeller sterntube, perawatan main engine dan peralatan lainnya.
II. MACAM-MACAM GALANGAN (SHIPYARD):
Building dock shipyard.
Repair dock shipyard.
Building and repair shipyard.
Berikut ini adalah penjabaran tentang macam-macam galangan.
1. Building dock shipyard.
Building dock shipyard adalah tempat yang digunakan hanya dalam kapasitas pembangunan kapal baru atau bangunan kapal baru. Contohnya pada galangan DAMEN SHIPYARD, DUMAS SHIPYARD 24 dll.
Galangan (shipyard) adalah sebuah tempat baik didarat atau diperairan yang nantinya akan digunakan untuk melakukan proses pembangunan kapal ataupun proses perbaikan (repair) dan perawatan (maintainance). proses pembangunanya meliputi desain, pemasangan gading awal, pemasangan plat lambung, instalasi peralatan, pengecekan, test kelayakan, hingga klasifikasai oleh Class yang telah ditunjuk. sedangkan untuk proses perbaikan / perawatan bisanya meliputi perbaikan konstruksi lambung, perbaikan propeller sterntube, perawatan main engine dan peralatan lainnya.
II. MACAM-MACAM GALANGAN (SHIPYARD):
Building dock shipyard.
Repair dock shipyard.
Building and repair shipyard.
Berikut ini adalah penjabaran tentang macam-macam galangan.
1. Building dock shipyard.
Building dock shipyard adalah tempat yang digunakan hanya dalam kapasitas pembangunan kapal baru atau bangunan kapal baru. Contohnya pada galangan DAMEN SHIPYARD, DUMAS SHIPYARD 24 dll.
ukuran-ukuran kapal
terutama dalam bidang perkapalan memiliki peranan penting dalam memberikan pemahaman awal tentang dunia perkapalan. Ukuran geometri kapal dapat sebagai pijakan awal dalam memahami ilmu perkapalan terutama dalam perancangan rencana garis, diantaranya :
AP After Perpendicular/garis tegak buritan adalah garis tegak yang terletak pada sisi belakang sterpost atau bila tidak ada sternpost, FP terletak pada sumbu poros kemudi.
FP Forward Perpendicular/garis tegak haluan adalah garis tegak vertikal yang melalui interseksi antara garis air muat/garis air perencanaan /DWL dan sisi dalam linggi haluan.
LBP Panjang antara garis tegak / Length between perpendicular adalah jarak horizontal antara AP dan FP.
LWL Panjang garis air/ Length of water lines adalah jarak horisontal antara FP dan interseksi antara sisi dalam linggi buritan dan garis air muat/garis air perencanaan/DWL.
LOA Panjang keseluruhan/ Length overall adalah panjang kapal yang diukur dari ujung haluan dan ujung buritan pada sisi dalam kulit.
Amidship Tengah kapal adalah titik tengah antara garis tegak haluan/FP dan garis tegak buritan/AP.
Midship section adalah station/section pada tengah kapal/Amidship.
Bmld Lebar kapal/Breadth molded adalah lebar kapal molded yang diukur pada tengah kapal pada sisi luar gading/ sisi dalam kulit.
AP After Perpendicular/garis tegak buritan adalah garis tegak yang terletak pada sisi belakang sterpost atau bila tidak ada sternpost, FP terletak pada sumbu poros kemudi.
FP Forward Perpendicular/garis tegak haluan adalah garis tegak vertikal yang melalui interseksi antara garis air muat/garis air perencanaan /DWL dan sisi dalam linggi haluan.
LBP Panjang antara garis tegak / Length between perpendicular adalah jarak horizontal antara AP dan FP.
LWL Panjang garis air/ Length of water lines adalah jarak horisontal antara FP dan interseksi antara sisi dalam linggi buritan dan garis air muat/garis air perencanaan/DWL.
LOA Panjang keseluruhan/ Length overall adalah panjang kapal yang diukur dari ujung haluan dan ujung buritan pada sisi dalam kulit.
Amidship Tengah kapal adalah titik tengah antara garis tegak haluan/FP dan garis tegak buritan/AP.
Midship section adalah station/section pada tengah kapal/Amidship.
Bmld Lebar kapal/Breadth molded adalah lebar kapal molded yang diukur pada tengah kapal pada sisi luar gading/ sisi dalam kulit.
Sabtu, 06 Maret 2010
TITIK DALAM BANGUNAN KAPAL
Hal-hal yang penting didalam perkapalan dimulai dari yang sekecil-kecilnya, titik, bidang dan lain-lain sebagainya.
1.1 Titik penting dalam bangunan kapal
- Titik berat (Centre of Gravity)
Tiap benda mempunyai titik berat. Titik berat ini adalah titik tangkap gaya berat. Kapal juga mempunyai titik berat yaitu titik tangkap gaya-gaya berat dari kapal.
- Titik tekan (Centre Buoyancy)
Pada sebuah benda yang terampung diair. Oleh air, benda itu akan mengalami gaya tekan keatas. Demikian pula pada sebuah kapal yang terapung akan mengalami gaya tekan keatas.
Resultan gaya-gaya tekan keatas oleh ke badan pada bagian yang terendam air akan melalui titik berat dari bagian kapal yang masuk ke dalam air. Titik berat dari bagian kapal yang berada dibawah permukaan air disebut titik tekan (centre of Buoyancy).
Untuk sebuah ponton titik tekan ponton adalah titik berat bagian yang terendam air. Jadi adalah perpotongan diagonal ruang dari bagian ponton yang terendam.
- titik berat garis air (center of floatation)
center of floatation adalah titik berat dari bidang garis air pada sarat kapal dimana kapal itu sedang terapung. Sumbu dimana kapal trim akan melalui titik berat garis air ini. Center of floatation atau titik berat garis air ini pada kedudukan memanjang terhadap penampang tengah kapal (midship).
1.1 Titik penting dalam bangunan kapal
- Titik berat (Centre of Gravity)
Tiap benda mempunyai titik berat. Titik berat ini adalah titik tangkap gaya berat. Kapal juga mempunyai titik berat yaitu titik tangkap gaya-gaya berat dari kapal.
- Titik tekan (Centre Buoyancy)
Pada sebuah benda yang terampung diair. Oleh air, benda itu akan mengalami gaya tekan keatas. Demikian pula pada sebuah kapal yang terapung akan mengalami gaya tekan keatas.
Resultan gaya-gaya tekan keatas oleh ke badan pada bagian yang terendam air akan melalui titik berat dari bagian kapal yang masuk ke dalam air. Titik berat dari bagian kapal yang berada dibawah permukaan air disebut titik tekan (centre of Buoyancy).
Untuk sebuah ponton titik tekan ponton adalah titik berat bagian yang terendam air. Jadi adalah perpotongan diagonal ruang dari bagian ponton yang terendam.
- titik berat garis air (center of floatation)
center of floatation adalah titik berat dari bidang garis air pada sarat kapal dimana kapal itu sedang terapung. Sumbu dimana kapal trim akan melalui titik berat garis air ini. Center of floatation atau titik berat garis air ini pada kedudukan memanjang terhadap penampang tengah kapal (midship).
Dimensi pengukuran
Dimensi pengukuran :
Ukuran – ukuran pokok kapal terdiri dari :
a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
b.Ukuran melintang/ melebar (transverzal)
Definisi – definisi :
Panjang (length):Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada sarat muat musim panas yang dihitung dari bagian depan linggi haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengah – tengah cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi. Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 76 % panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikeluarkan.
Lebar (breadth): Lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
Dalam (depth): Jarak tegak yang dinyatakan dalam meter pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas lunas sampai bagian atas balok geladak dari geladak jalan terus teratas.
Tengah – tengah kapal (admidships) : pertengahan panjang yang diukur dari bagian depan linggi haluan.
a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
1.Panjang seluruhnya (length over all = LOA) : panjang seluruhnya ialah jarak membujur sebuah kapal dari titik terdepan linggi haluan kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal. Diukur sejajar lunas jarak ini merupakan jarak terpanjang dari sebuah kapal yang gunanya sangat penting untuk memperkirakan panjang dermaga.
2.Panjang sepanjang garis tegak (length between perpendiculars) : panjang kapal dihitung dari garis tegak depan sampai ke garis tegak belakang.
3.Garis tegak depan (forward perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus garis muat perancang kapal dengan linggi haluan.
4.Garis tegak belakang (after perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang biasanya terletak pada tengah – tengah cagak kemudi atau bagian belakang dari poros kemudi. Panjang sepanjang garis tegak diukur sejajar lunas dan merupakan panjang lambung bebas (freeboard length).>
5.Panjang sepanjang garis air (length on the load water line = LOWL) : panjang sebuah kapal diukur dari perpotongan garis air dengan linggi haluan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang diukur sejajar lunas.
6.Panjang terdaftar (registered length) : panjang seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu, yaitu dihitung dari ujung terdepan geladak jalan terus teratas sampai garis tegak belakang diukur sejajar lunas.
1. Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
b. Ukuran melintang/ melebar (transverzal)
1.Lebar terbesar atau ekstrim (extreme breasth) : jarak melintang dari suatu titik terjauh di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas. Dalam hal ini kulit dihitung. Lebar ekstrim merupakan lebar kapal terbesar dan terdaftar (Registered breadth).
2.Lebar dalam (moulded breadth) : lebar kapal dihitung dari sebelah dalam kulit kapal lambung yang satu sampai ke sebelah dalam lambung lainnya, diukur pada lebar kapal terbesar dan sejajar lunas. Dapat juga lebar dari bagian luar gading – gading lambung yang satu sampai kebagian luar gading – gading lambung lainnya, diukur pada lebar kapal yang terbesar dan sejajar lunas. Lebar dalam merupakan lebar menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan. Lebar dalam juga disebut rancangan dimana tebal kulit kapal tidak dihitung.
3.>Lebar terdaftar (registered breadth) : lebar seperti yang tertera didalam sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan lebar dalam (moulded breadth).
4.Lebar tonase (tonnage breadth) : lebar sebuah kapal dari bagian dalam wilah keringat lambung yang satu sampai ke bagian dalam wilah keringat lambung lainnya, diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas.
c.Ukuran tegak (vertical)
1.Sarat kapal : jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Jraka ini sering di istilahkan dengan sarat moulded.
2.Lambung bebas (free board) : jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis dek (free board deck or deck line)
3.Dalam (depth) : jarak yang diukur dari titik terendahbadan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut. Dengan kata lain dalam merupakan jumlah sarat kapal dan lambung bebas. Jarak inipun merupakan dalam menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
4.Dalam tonase : dalam yang dihitung mulai dari alas dasar dalam sampai geladak lambung bebas.
5.Sarat kapal, lambung bebas dan dalam : diukur pada tengah – tengah kapal.
Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal
Ukuran – ukuran pokok kapal terdiri dari :
a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
b.Ukuran melintang/ melebar (transverzal)
Definisi – definisi :
Panjang (length):Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada sarat muat musim panas yang dihitung dari bagian depan linggi haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengah – tengah cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi. Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 76 % panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikeluarkan.
Lebar (breadth): Lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
Dalam (depth): Jarak tegak yang dinyatakan dalam meter pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas lunas sampai bagian atas balok geladak dari geladak jalan terus teratas.
Tengah – tengah kapal (admidships) : pertengahan panjang yang diukur dari bagian depan linggi haluan.
a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
1.Panjang seluruhnya (length over all = LOA) : panjang seluruhnya ialah jarak membujur sebuah kapal dari titik terdepan linggi haluan kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal. Diukur sejajar lunas jarak ini merupakan jarak terpanjang dari sebuah kapal yang gunanya sangat penting untuk memperkirakan panjang dermaga.
2.Panjang sepanjang garis tegak (length between perpendiculars) : panjang kapal dihitung dari garis tegak depan sampai ke garis tegak belakang.
3.Garis tegak depan (forward perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus garis muat perancang kapal dengan linggi haluan.
4.Garis tegak belakang (after perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang biasanya terletak pada tengah – tengah cagak kemudi atau bagian belakang dari poros kemudi. Panjang sepanjang garis tegak diukur sejajar lunas dan merupakan panjang lambung bebas (freeboard length).>
5.Panjang sepanjang garis air (length on the load water line = LOWL) : panjang sebuah kapal diukur dari perpotongan garis air dengan linggi haluan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang diukur sejajar lunas.
6.Panjang terdaftar (registered length) : panjang seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu, yaitu dihitung dari ujung terdepan geladak jalan terus teratas sampai garis tegak belakang diukur sejajar lunas.
1. Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
b. Ukuran melintang/ melebar (transverzal)
1.Lebar terbesar atau ekstrim (extreme breasth) : jarak melintang dari suatu titik terjauh di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas. Dalam hal ini kulit dihitung. Lebar ekstrim merupakan lebar kapal terbesar dan terdaftar (Registered breadth).
2.Lebar dalam (moulded breadth) : lebar kapal dihitung dari sebelah dalam kulit kapal lambung yang satu sampai ke sebelah dalam lambung lainnya, diukur pada lebar kapal terbesar dan sejajar lunas. Dapat juga lebar dari bagian luar gading – gading lambung yang satu sampai kebagian luar gading – gading lambung lainnya, diukur pada lebar kapal yang terbesar dan sejajar lunas. Lebar dalam merupakan lebar menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan. Lebar dalam juga disebut rancangan dimana tebal kulit kapal tidak dihitung.
3.>Lebar terdaftar (registered breadth) : lebar seperti yang tertera didalam sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan lebar dalam (moulded breadth).
4.Lebar tonase (tonnage breadth) : lebar sebuah kapal dari bagian dalam wilah keringat lambung yang satu sampai ke bagian dalam wilah keringat lambung lainnya, diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas.
c.Ukuran tegak (vertical)
1.Sarat kapal : jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Jraka ini sering di istilahkan dengan sarat moulded.
2.Lambung bebas (free board) : jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis dek (free board deck or deck line)
3.Dalam (depth) : jarak yang diukur dari titik terendahbadan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut. Dengan kata lain dalam merupakan jumlah sarat kapal dan lambung bebas. Jarak inipun merupakan dalam menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
4.Dalam tonase : dalam yang dihitung mulai dari alas dasar dalam sampai geladak lambung bebas.
5.Sarat kapal, lambung bebas dan dalam : diukur pada tengah – tengah kapal.
Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal
Rabu, 24 Februari 2010
Definisi Berat dan Isi Kapal
Tonase (Tonnage) adalah benda terapung yang dipergunakan untuk pengangkutan diatas air, seperti kapal penumpang, kapal barang, kapal kontainer dsb.
Perincian :
1. Isi Kotor (Gross Tonnage = Brotto Register Ton)
Terdiri jumlah isi ruangan bawah geladak ukur
isi ruangan diatas geladak kedua dan atas
isi ruangan yang tertutup rapat secara permanen pada geladak atas
isi dari ambang palka
Satuan diberikan dalam m3 atau 1 register ton = 2,83 m3
2. Isi bersih ( Net Tonnage = Netto Register Ton)
Terdiri isi kotor di kurangi dengan isi jumlah ruangan yang berfungsi tidak dapat dipakai untuk mengangkut barang dagangan.
3. Isi Tolak ( Displacement = Berat Benaman)
Sama dengan berat air yang dipindahkan oleh kapal atau jumlah ton air yang dipindahkan
4. Bobot Mati ( Dead Weight = DWT)
Isi tolak dikurangi dengan berat kapal kosongdan inventaris tetap saja.
5. Tonnage Perlengkapan (Equipment Tonnage)
Tonnase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat-alat labuh.
6. Tonnase Tenaga ( Power Tonnage)
Berat kapal kotor ditambah perlengkapan kamar mesin.
Perincian :
1. Isi Kotor (Gross Tonnage = Brotto Register Ton)
Terdiri jumlah isi ruangan bawah geladak ukur
isi ruangan diatas geladak kedua dan atas
isi ruangan yang tertutup rapat secara permanen pada geladak atas
isi dari ambang palka
Satuan diberikan dalam m3 atau 1 register ton = 2,83 m3
2. Isi bersih ( Net Tonnage = Netto Register Ton)
Terdiri isi kotor di kurangi dengan isi jumlah ruangan yang berfungsi tidak dapat dipakai untuk mengangkut barang dagangan.
3. Isi Tolak ( Displacement = Berat Benaman)
Sama dengan berat air yang dipindahkan oleh kapal atau jumlah ton air yang dipindahkan
4. Bobot Mati ( Dead Weight = DWT)
Isi tolak dikurangi dengan berat kapal kosongdan inventaris tetap saja.
5. Tonnage Perlengkapan (Equipment Tonnage)
Tonnase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat-alat labuh.
6. Tonnase Tenaga ( Power Tonnage)
Berat kapal kotor ditambah perlengkapan kamar mesin.
Langganan:
Postingan (Atom)